Monday, May 6, 2013

Untuk Menyenangkan Suami Istri Boleh Tampil Layaknya Pelacur

432215


[imagetag]
Untuk Menyenangkan Suami Istri Boleh Tampil Layaknya Pelacur Rumahtangga sakinah mawwaddah adalah dambaan setiap kaum muslim. Untuk menyenangi suami, kenakanlah pakaian dan wangi-wangian yang membuat ia tertarik.

Sementara di luar, subhanallah wanita-wanita cantik mengenakan pakaian menarik. Untuk Menyenangkan Suami Istri Boleh Tampil Layaknya Pelacur. hal itu diungkapkan Pipik Dian Irawati, ia adalah istri Ustadz Jefri Buchori.

Ibu dari empat anak, Adiba Khanza Az Zahra (11 tahun), M. Abidzar Al Ghifari (9 tahun), Ayla Azura (4 tahun) dan M Ataya Bilal Risqulah (3 tahun). Sebagai istri, Pipik, sapaan ustadz gaul ini sangat mendukung keberhasilan suaminya.

Saat Uje menuliskan syair dan mencoba menyanyikan lagu karyanya, ia begitu penuh perhatian mendengarkannya. Bahkan, hingga dini hari malam. "Yah, sebagai istri, kan seharusnya begitu. Saat suami hendak berkarya, saya, istrinya menyiapkan makanan kecil dan minuman kesehatan padanya," jelas wanita mantan model covergirl tahun 1999 ini. Baginya, seorang istri harus siap kapan saja tatkala suami membutuhkan. Bahkan menurutnya, istri bisa saja menampilkan diri di hadapan suami layaknya seorang pelacur.

"Istri jangan selalu mengenakan daster saat suami pulang ke rumah. kenakanlah pakaian yang bagus dan menarik, kenakan juga wewangi-wangian yang disukai suami, begitu juga saat berada di kamar, beri perhatian lebih pada suami," tuturnya menceritakan bagaimana cara agar romantisme hubungan suami istri tetap terbina. Rasanya tentu tidak menyenangkan, ketika suami pulang dalam keadaan capai, sementara istri dalam keadaan tidak rapi, dan tampil seadanya saja. Sementara di luar, subhanallah ia bertemu dengan banyak wanita yang cantik-cantik dan berhias menarik. "Yah, jadi sebagai istri, kita harus bisa menghidupkan suasana romatis, sehingga insya Allah rumahtangga yang kita harapkan menjadi rumahtangga sakinah mawaddah, bisa terlaksana," terang Pipik, wanita kelahiran 26 November 1977 ini membuka percakapan.

Pipik bercerita dimasa-masa awal menikah dan perjuangan keras dirinya menghantarkan suaminya hingga setenar saat ini. Bahwa, ia harus bersabar dan berusaha keras mensupport suaminya di awal berdakwah. "Sebelum suami saya bertausyiah di panggung terbuka, saya terlebih dahulu mendengarkan isi tausyiah yang akan dibawakan. Dan saya juga sesekali memberi masukan, semisal saya katakana pada suami, agar isi tausyiahnya dimasukan juga dengan isu-isu yang sedang hangat," jelas wanita penyuka beragam warna ini.

Diawal pernikahan, diakui Pipik masa penuh ujian. Ia harus mengenakan hizab pakaian muslimah karena demi mertuanya. "Saya di kantor, saya buka jilbab, dan saat pulang saya kenakan. Namun, suami saya memberi masukan dengan sabar, Alhamdulillah akhirnya saya pun paham dan sangat mencintai hizab," cerita pipik. Aku Pipik, ia juga harus bersabar di mana suaminya, Ustadz Jefri, saat tahun pertama menikah belum memiliki aktivitas.

"Alhamdulillah, kesabaran dan doa saya dibukakan, Pak Ustadz menjadi icon model pakaian muslim Itang Yunaz dan selanjutnya, Allah pun mempercayainya menjadi ustadz," tegas Pipik. Ibu beranak empat ini, tidak hanya berupaya membangun rumahtangganya agar harmonis selalu, namun ia juga berupaya untuk menjadi istri dan ibu yang sukses. Dimana ia berupaya menghantarkan suami dank e empat anaknya menuju kesuksesan.

"Ibu itu madrasah buat anak-anak, kesuksesan ibu jika dia bisa menghantarkan kesuksesan anak-anaknya, ibu 24 jam bersama anak, kita sebagai ibu tidak hanya menyuruh. Semisal ibunya main bb dan anaknya disuruh belajar atau mengaji. Bagaimana mungkin akan harapan kita menuju rumahtangga sakinah mawwaddah bisa hadir? Jadi jika kita menyuruh menyuruh mengaji, kita juga harus ngaji," ujar wanita ini.

sumber

0 comments: